
Menguasai Deteksi Dini Menjadi Langkah Strategis dalam Optimalisasi USG Skrining di Fasilitas Primer
Workshop USG Skrining Batch 3 yang diselenggarakan oleh MRTC bertujuan untuk meningkatkan kompetensi klinis tenaga medis di fasilitas kesehatan primer dalam mengoperasikan dan menginterpretasikan hasil ultrasonografi. Melalui metode hybrid yang menggabungkan teori daring dan praktik intensif, workshop ini fokus pada deteksi dini kelainan maternal serta ginekologi demi mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi dan keselamatan pasien di Indonesia.
Di era pelayanan kesehatan yang semakin menuntut ketepatan dan kecepatan diagnosis, kemampuan mengoperasikan serta menginterpretasikan hasil USG menjadi kompetensi yang tidak dapat dipisahkan dari praktik pelayanan obstetri dan kebidanan. Dengan begitu, komitmen dalam meningkatkan kompetensi pelayanan kesehatan perempuan dan maternal kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop USG Skrining Kehamilan dan Ginekologi di Fasilitas Kesehatan Primer Batch 3 yang diselenggarakan oleh Malang Reproductive Training Center (MRTC) Kota Malang.
Workshop USG Skrining Batch 3 dilaksanakan selama 3 hari secara hybird. Sesi teori dan pemaparan materi dilaksanakan secara daring (online) pada tanggal 4-5 Juni 2026. Sementara itu, sesi praktik intensif (hands-on/offline) digelar pada tanggal 6 Juni 2026 bertempat di Kantor MRTC, Jalan Telasih No. 01 Kota Malang dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang yang terdiri dari Dokter umum dan Dokter Spesialis Kedokteran Layanan Primer (SpKKLP) dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki semangat tinggi untuk memperdalam keterampilan ultrasonografi sebagai bagian penting dalam praktik klinis sehari-hari.
Melalui workshop ini, peserta memperoleh pembelajaran komprehensif yang mengintegrasikan teori ilmiah, demonstrasi langsung, serta diskusi kasus klinis yang relevan dengan tantangan pelayanan di lapangan. Materi pelatihan diawali dengan pembahasan Basic Science Ultrasonography, meliputi prinsip fisika ultrasound, efek biologis dan aspek keselamatan penggunaan USG, hingga pemahaman mengenai agen atau media yang digunakan dalam pemeriksaan ultrasonografi. Fondasi keilmuan ini menjadi bekal penting untuk memastikan penggunaan USG yang aman, efektif, dan sesuai standar praktik kedokteran.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mendalam mengenai USG Screening for Gynecologic Cancer, mencakup evaluasi retroperitoneum, peritoneum, uterus, adnexa, serta berbagai aplikasi khusus dalam skrining kelainan ginekologi. Sesi ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali temuan-temuan awal yang berpotensi berkembang menjadi kondisi patologis yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Tidak hanya berfokus pada aspek ginekologi, workshop ini juga memberikan pembahasan komprehensif mengenai USG Screening in Primary Setting. Berbagai topik penting dikaji secara sistematis, mulai dari obstetric imaging overview, congenital abnormalities, multifetal pregnancy, evaluasi wajah, leher, dan otak janin, hingga penilaian tulang belakang, dada, jantung, gastrointestinal, urogenital, muskuloskeletal, kesejahteraan janin, plasenta, hidrops, dan risiko persalinan prematur. Materi tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam melakukan deteksi dini berbagai kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu maupun janin.
Salah satu sesi yang menjadi daya tarik utama adalah Live Demo Screening Obstetri dan Ginekologi, yang mencakup skrining kehamilan trimester pertama, kedua, dan ketiga, serta skrining ginekologi. Pada sesi ini, peserta dapat mengamati secara langsung teknik pemeriksaan yang tepat, strategi interpretasi hasil pemeriksaan, serta pendekatan klinis yang dapat diterapkan dalam praktik sehari-hari. Workshop ini dibimbing oleh para instruktur berpengalaman di bidang fetomaternal dan ultrasonografi, yaitu:
dr. Teguh Wiyono, SpOG Subsp. FER
Dr. dr. Sutrisno, SpOG Subsp. FER
Dr. dr. I Wayan Agung Indrawan, SpOG Subsp. Obginsos
dr. Maya Devi Arifiandi, SpOG Subsp. FER
dr. Adityo Prabowo, SpOG
Dengan pengalaman klinis dan akademik yang luas, para instruktur memberikan wawasan mendalam mengenai perkembangan terkini dalam pemeriksaan USG obstetri dan ginekologi. Serta mendampingi peserta agar memperoleh kesempatan yang lebih optimal dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mendapatkan umpan balik langsung dari instruktur. Pendekatan ini menjadi nilai tambah yang signifikan dalam proses peningkatan kompetensi klinis yang berlangsung lebih intensif dan interaktif.
Biaya registrasi sebesar Rp2.500.000, peserta memperoleh pengalaman pembelajaran eksklusif bersama instruktur berpengalaman di bidangnya dan juga mendapatkan poin SKP resmi yang terintegrasi.
Melalui penyelenggaraan Workshop USG Skrining Kehamilan dan Ginekologi Batch 3 ini, MRTC berharap dapat terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi di Indonesia. Kompetensi ultrasonografi yang semakin baik diharapkan mampu berkontribusi dalam mendeteksi dini kelainan, pengambilan keputusan klinis yang lebih akurat, serta peningkatan keselamatan dan kualitas hidup pasien di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Kontak Media:
WhatsApp : Arini (+62 823-3868-7357)
Email : malangreproductivetc@gmail.com


